Kamis, 02 Juni 2011

Artikel : Briptu Norman dan Social Media

Sumber :http://creasionbrand.blogspot.com

The Power of WOM dan Social Media, lagi-lagi seorang yang jauh diseberang
pulau jawa sana mendadak menjadi terkenal melalui social media dan kemudian
merembet menjadi perbicangan di berbagai media. Siapa yang 2-3 bulan lalu
mengenal Briptu Norman, mungkin yah teman-teman dekat dan sejawatnya saja
yang ada di Gorontalo, namun sekarang hampir setiap orang di sekeliling saya
dan di banyak media membicarakan Briptu Norman dengan lipsing dan goyang
indianya mengiringi lagu yang dibawakan oleh sharul Khan dan ditonton sudah
lebih dari 1.8 juta orang.

Sudah beberapa hari ini setiap membuka TV dan social media ada saja yang
membahas Briptu Norman ini, dan beberapa hari yang lalu bahkan si Briptu ini
tampil di acara Bukan Empat Mata bersama Tukul Arwana, luar biasa bukan.
Belum cukup kabarnya di Briptu ini ke Jakartapun karena akan menghadapi
Kepala Polisi RI. Jangan-jangan nanti Briptu Norman ini akan tampil juga di
komersial Ad sebuah produk hehe.

Kadang otak ini suka ga habis pikir kok bisa yah, dulu ada Sinta Jojo dengan
Keong Racun yang mendadak terkenal karena melakukan lipsing lagu keong racun
dan terakhir sering saya sering lihat membintangi iklan sebuah product sosis
sekarang muncul lagi Briptu Norman dengan melakukan hal yang sama dengan
keong Racun namun dengan jenis musik yang berbeda yaitu musik india. Intinya
sama-sama musik, gaya rekaman yang kurang lebih sama dan konsepnya sama
namun kemudian dua-duanya bisa menjadi sangat terkenal dan dibicarakan
banyak orang, nah di sisi inilah otakku ini suka tidak habis pikir haha.

Kalo waktu itu sebuah brand makanan bisa sangat sukses di social media,
rasanya tidak terlalu aneh karena memang digawangi oleh pakar strategy
online, budget yang cukup besar dan brand yang memang sudah dikenal, lah
kalo Briptu Norman, SInta Jojo, who the hell are they?

Yuk kita diskusi, apa sih sebetulnya yang membuat sebuah content, campaign
atau personal bisa menjadi bahan perbincangan dan bisa sukses di social
media awalnya dan kemudian merambah ke rana offline kesuksesannya?

*1. Keunikan.*
*
*
Kalo bicara lagu india dan goyangnya sebetulnya bukan baru bagi banyak orang
di indonesia, sudah cukup banyaklah bisa dibilang lagu India dan jogetnya
yang sering kita saksikan di stasiun televisi. Nah hal ini menjadi unik
ketika lagu, goyang atau apapun itu diperankan atau dinyanyikan secara unik
yang menarik perhatian banyak orang.

Intinya sebetulnya keunikan ini selain memang menciptakan sesuatu yang
betul-betul baru bisa juga dicreate dengan memberikan sentuhan proses yang
baru dan nilai tambah terhadap sesuatu yang sudah biasa kita jumpai atau
umum diketahui orang banyak maka jadilah sesuatu yang unik.

Lagu india, dinyanyikan oleh seorang briptu plus goyangan khas si briptu
(walaupun nyontek), di rekam di video terus upload ke you tube. COba kita
lihat kalo dipikir-pikir tidak ada sesuatu yang betul-betul unik, namun
ketika semua proses itu digabung simsalabin dengan sedikit keberuntungan
meledaklah briptu norman.

*2. Sosial Media*
*
*
sosial media saat ini memang menjanjikan sesuatu yang luar biasa bagi sebuah
brand/ individu ataupun perusahaan yang dahulu mungkin secara offline akan
sangat sulit di capai. Jarang sekali cerita seperti Sinta dan Jojo atau
justin Bieber atau brirptu norman bisa muncul tanpa social media seperti
sekarang.

Social media saat ini menjelma menjadi salah satu tools pemasaran yang
sangat powerfull, banyak sekali brand dari berbagai industri
berlombah-lombah masuk ke dalam social media ini baik yang kemudian serius
mengatur strategy social medianya sampai yang sekadar masuk (punya facebook,
twitter atau blog) kemudian dibiarkan tanpa dimaintain.

*3. Viral *
**
Sebetulnya ini berhubungan erat dengan munculnya social media yang
mempermudah orang untuk melakukan share/ membagi segala sesuatu yang mereka
temukan khususnya yang unik atau berguna bagi mereka kepada komunitas dan
teman-temannya. Saya ketika mendapatkan sesuatu yang unik dan penting
misalnya, otomatis akan men share info tersebut ke twitter dan facebook
sehingga teman-teman saya bisa juga mengetahui hal tersebut dengan cepat dan
mudah.

Bayangkan pada jaman dulu, ketika kita terjebak macet, media apa yang kita
bisa gunakan untuk men share? Paling banter sms dan telepon, pertanyaan
sebanyak apa memang yang bisa mendapatkan info tersebut? dan seberapa cepat
info tersebut sampai di telinga orang yang akan lewat di jalan yang sama?
COba bayangkan dengan social media seperti twitter, tinggal tweet "@infobdg
eh jangan lewat cihampelas, macet banget, kacau dan parah" tidak dalam
hitungan menit berita tersebut mungkin sudah menjangkau puluhan ribu orang
karena di re tweet oleh @infobdg, di retweet oleh teman-teman twitter
lainnya baik yang follower saya maupun follower bandung.

Power penyebarannya melalui social media saat ini bisa dikatakan sangat luar
biasa apalagi ditunjang penetrasi pengguna social media yang terus meningkat
dan akses internet yang cepat dan semakin murah.

Akhir kata, suka atau tidak suka sudah saatnya brand-brand besar maupun
kecil apalagi yang marketnya memang online user juga untuk masuk ke dalam
social media dan menyusun strateginya dengan tepat.

Seperti kata seorang pakar managemen terkenal Peter F Druker "The best way
to predict the future is to create it", mau nunggu pesaing masuk dan memulai
atau brand anda memulai start sekarang? Selalu ada resiko untuk setiap
keputusan, just deal with that.

Silahkan jika ada yang mau nonton.
(http://www.youtube.com/watch?v=jsVW-XO9nuY)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.