Senin, 21 Februari 2011

Leo Tolstoy dan pengemis

Penulis Rusia yang hebat, Leo Tolstoy, pada suatu hari berjalan jalan,
dan merasa kasihan pada seorang pengemis. Maka dia berhenti, dan ingin memberi
uang kepada si pengemis. Ketika dia merogoh kantongnya, baru disadarinya dia
tidak membawa uang.

Maka dijabatnya tangan si pengemis sambil berkata: “Saudaraku jangan marah,
maafkan aku, hari ini aku tidak membawa uang.” Si pengemis tiba2 matanya
berbinar binar, dengan syukur dan penuh kebahagiaan dia berkata: “ Aku tidak
mungkin marah, perkataanmu telah merupakan penghargaan yang terbesar yang aku
pernah rasakan selama ini.”

Leo Tolstoy memang tidak memberi uang, tapi dia telah mengembalikan harga
diri sorang pengemis yang biasanya selalu di rendahkan masyarakat. Dan nilai
kata2 satu kalimat Tolstoy telah memberikan nilai yang jauh lebih besar dari
uang yang bisa diberikan kepada pengemis.

Setiap manusia, apapun latar belakangnya, mempunyai kesamaan yang mendasar.
Semuanya ingin dipuji, ingin diakui, ingin dihargai, ingin didengarkan, dan
ingin dihormati.

Tidak peduli dia adalah pengemis, ataupun pebisnis, ataupun pengusaha kaya,
selalu mempunya ego dan keinginan yang sangat manusiawi ini. Dan rahasia
sederhana ini pasti akan meningkatkan kemampuan anda dalam berhubungan dengan
siapapun didalam network anda.

Kita harus belajar melihat siapapun sebagai manusia yang mempunyai kelebihan
sendiri dendiri. Kita harus mampu menghargai orang lain, dari dalam hati kecil
kita. Tulus menganggap orang lain setara, atau bahkan lebih dari kita. Dengan
demikian maka segala urusan komunikasi akan selesai dengan sendirinya. Dan anda
akan lebih mudah mencapai sukses anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.