Selasa, 22 Februari 2011

Kisah Sepasang Rajawali: Aku tak tahu

Aku tak tahu bagaimana (beragama)
Dari: IMAM SARJONO

(Ketika) ku telah membaca ratusan atau ribuan buku (agama)

dan telah mendengar ratusan atau ribuan ceramah (agama)

juga telah kulakukan banyak atau semua tata cara (beragama)

peri laku beribadah sesuai dengan segala

hukum-hukum dan aturan-nya

sehingga aku merasa berilmu (agama),

merasa telah akhli (beribadah)

merasa telah mengerti (agama)

namun .....

lambang demi lambang

masuk dan menyelusup di hati

yang tak mampu ku tulis

mungkin seperti ini


.......

??????

#####

******

@@@@@@

%%%%%%

:::::::::::::::::::::::

":;>?@$%^&*9%#@!~



lalu banyak lambang-lambang yang datang lagi

yang tak mampu ku tuliskan lagi, yang seolah datang mengisi hati

tak kufahami, tak kumenggerti, tak mampu kujabarkan

dan tak mampu kubicarakan, kosong tapi penuh makna

kosong tapi isi

isi tapi kosong



lambang itu menyusup di hati dan ada serta menetap

dalam bentuk sebuah keyakinan

agama hanyalah sebuah bentuk atau sebuah lambang

dia akan tanpa makna kalau tidak mampu membacanya

lambang yang kosong tanpa makna bagi yang tak tahu

(walau seolah sepertinya sama saja , tetap saja kosong)

namun penuh makna bagi yang sadar

yaitu sebagai bentuk penyerahan

kepasrahan, totalitas kepada penciptaNya

dan kemudian mengikutinya

sehingga tercapai selamat, ketenangan dan kedamaian



lambang yang tak mampu kutulis

kembali datang, maka kutuliskan saja sebagai berikut ini



*******

%%%%%

########

++++++++++

===========



seperti mengerti

tapi tetap saja, sepertinya tidak

semakin banyak yang tidak ku ketahui

akan tetapi semakin banyak lagi kutemui

dimana saja ada kujumpai lambang itu

gunung, sungai, langit, planet, bulan, matahari

ayam, itik, burung, kelinci, serigala, harimau

alam semesta ini adalah seluruh lambang itu

binatang ternak, rerumputan, pepohonan,

dan terutama, juga

akupun adalah bagian dari lambang itu

yaitu lambang yang merupakan bukti

keberadaan Sang Maha Pencipta

sehingga akupun adalah lambang itu

seluruh bagian tubuhku adalah lambang itu

yang semuanya perlu kubaca dan kufahami



begitu penuhnya lambang itu

akhirnya aku menyerah

aku tak tahu apa-apa

tak tahu bagaimana (beragama)

namun hanya pasrah

mengikuti seluruh petunjuk dari bashirah

membaca lambang dan mengikuti (petunjuk)-Nya

dalam sebuah keyakinan yang sangat kuat

berjalan di jalanNya yaitu jalan yang lurus.



Ya Allah, aku hanya ikut apa saja kehendakMu.

(setelah aku lelah membaca ribuan buku

setelah aku penuh mendengar ribuan nasehat

setelah aku jenuh dengan seluruh ibadah tanpa makna)



"Ya Allah, Ajari Kami Untuk Selalu Ingat Kepada- Mu, Bersyukur & Khusyu' Beribadah"
(Al Hadits)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.