PT. Global Prime Service (GPS) bergerak di bidang penyedia tenaga kerja
membutuhkan segera kandidat yang berkompeten untuk posisi sebagai berikut :
SENIOR RECRUITMENT
Persyaratan :
1. Pria
2. Usia maks 35 tahun
3. Pendidikan min S1 Psikologi
4. Memiliki pengalaman dibidang recruitment & training
5. Menguasai hukum Tenaga kerja, Mediasi & advokasi, HRIS Teknologi, Hubungan karyawan, Administrasi, HR Program, Manajemen kerja, dan HR Kebijakan & prosedur
6. Diutamakan memiliki kendaraan pribadi
7. Pekerja keras, teliti, dan bertanggung jawab
Silahkan kirim cv anda / datang langsung ke :
monica@globalprimes.com, recruitment@globalprimes.com
Gd. Palma One, Lt. 13 R. 1308, Jl. H.R.Rasuna Said Kav.X-2 No. 4
Jakarta Selatan / PO BOX 4277 JKTM 12700
Telp 021 71220648 – 522 8286 / UP : Ibu Monica
Info Hiburan, Selebritis, TV Production, Jasa, Property, Business, Film, Music, ekonomi, Politik, Kajian Islam
Minggu, 30 Juni 2013
Jumat, 28 Juni 2013
Tips Membuat nilai perusahaan meningkat 3 kali
Pak Budi adalah mantan CEO PT. Sari Husada yang berhasil membuat nilai perusahaan itu meningkat 3 kali lipat dalam waktu hanya 3 tahun.
Ilmu "how to" yang praktis dari orang yang pernah melakukannya adalah ilmu yang langka dan harus dikejar.
Berikut ini adalah tips-tips dari Pak Budi yang dikutip dari Twitternya:
@BudiIsman: 1. Nilai perusahaan di industri dn Category yg tumbuh lbh baik dari pada yg stagnan apalagi menurun
@BudiIsman: 2. Pertumbuhan sales saja tidak cukup, harus "sustainable growth". Sales yg model YO YO tdk disukai investor
@BudiIsman: 3. Marketshare yg besar akan menarik. Tapi kemampuan untuk merebut marketshare akan berharga
@BudiIsman: 4. Brand dan paten sgt bernilai. Umumnya nilai brand akn lebih besar dari tangible asset APPLE, GOOGLE, COKE
@BudiIsman: 5. Struktur biaya yg tdk efisien bernilai rendah. jaga biaya tetap. Benchmark biaya dgn kompetitor juga
@BudiIsman: 6.Cash Flow adlh darah perusahaan. Cash flow positif lebih bernilai. Cashflow ngtif msh ok dlm masa investasi
@BudiIsman: 7. Profit margin/tgkt keuntungan akan bernilai tinggi. Hrs ada benchmark dgn industri dn kompetiror
@BudiIsman: 8.Kwlitas manajemen dan SDM akan meningkatkan nilau perusahaan. Usaha "auto pilot" lebih disukai investor
@BudiIsman: 9.Jgn lupa bereskan legalitas usaha dan admin keuangan. Data keuangan yg tdk baik akan menurunkan nilai
@BudiIsman: 10. Potensi usaha masa depan sangat berarti bagi investor. Buat bus plan yg bisa gambarkan potensi masa dpn
Ke sepuluh poin di atas ibarat "tombol" yang harus jadi prioritas para pebisnis untuk dipencet atau dikejar.
Ada perusahaan yang sudah berbisnis puluhan tahun tapi nilainya stagnan atau menurun.
Ada perusahaan yang baru berusia seumur jagung tapi nilainya langsung melejit.
Yang membedakannya adalah perusahaan yang baru seumur jagung itu tahu "tombol" apa yang harus dipencet.
Ilmu "how to" yang praktis dari orang yang pernah melakukannya adalah ilmu yang langka dan harus dikejar.
Berikut ini adalah tips-tips dari Pak Budi yang dikutip dari Twitternya:
@BudiIsman: 1. Nilai perusahaan di industri dn Category yg tumbuh lbh baik dari pada yg stagnan apalagi menurun
@BudiIsman: 2. Pertumbuhan sales saja tidak cukup, harus "sustainable growth". Sales yg model YO YO tdk disukai investor
@BudiIsman: 3. Marketshare yg besar akan menarik. Tapi kemampuan untuk merebut marketshare akan berharga
@BudiIsman: 4. Brand dan paten sgt bernilai. Umumnya nilai brand akn lebih besar dari tangible asset APPLE, GOOGLE, COKE
@BudiIsman: 5. Struktur biaya yg tdk efisien bernilai rendah. jaga biaya tetap. Benchmark biaya dgn kompetitor juga
@BudiIsman: 6.Cash Flow adlh darah perusahaan. Cash flow positif lebih bernilai. Cashflow ngtif msh ok dlm masa investasi
@BudiIsman: 7. Profit margin/tgkt keuntungan akan bernilai tinggi. Hrs ada benchmark dgn industri dn kompetiror
@BudiIsman: 8.Kwlitas manajemen dan SDM akan meningkatkan nilau perusahaan. Usaha "auto pilot" lebih disukai investor
@BudiIsman: 9.Jgn lupa bereskan legalitas usaha dan admin keuangan. Data keuangan yg tdk baik akan menurunkan nilai
@BudiIsman: 10. Potensi usaha masa depan sangat berarti bagi investor. Buat bus plan yg bisa gambarkan potensi masa dpn
Ke sepuluh poin di atas ibarat "tombol" yang harus jadi prioritas para pebisnis untuk dipencet atau dikejar.
Ada perusahaan yang sudah berbisnis puluhan tahun tapi nilainya stagnan atau menurun.
Ada perusahaan yang baru berusia seumur jagung tapi nilainya langsung melejit.
Yang membedakannya adalah perusahaan yang baru seumur jagung itu tahu "tombol" apa yang harus dipencet.
Sabtu, 22 Juni 2013
Jika uang bulanan di dompet kita bisa berbicara
Jika uang bulanan di dompet kita bisa berbicara, niscaya mereka selalu berdebat kemana seharusnya uang-uang itu dibelanjakan saat ini. Bagi sebagian besar orang, income bulanan yang tetap, spending yang sudah terdaftar, sulit memberikan ruang untuk terjebak melakukan impuls buying. Kalaupun terjadi, kartu kredit adalah dewa penolong untuk keinginan bisa terwujud.
Contoh perang di dompet kita, bisa dilihat di bulan juni ini. Ketika kebutuhan sekolah, liburan, persiapan Ramadhan, mudik dan Lebaran, harus bisa dicover oleh 2 bulan gaji Juni – Juli dan THR satu kali gaji pokok. 4 tahun kedepan makin sulit kita membagi uang di dompet. Ditambah dengan kenaikan harga-harga, BBM, listrik, makin serulah perdebatan uang dalam dompet kita.
Share of Wallet is the percentage ("share") of a customer's expenses ("of wallet") for a product that goes to the firm selling the product. Different firms fight over the share they have of a customer's wallet, all trying to get as much as possible.
Terjemahan ngawurnya sbb: Share of Wallet adalah prosentase pelanggan membagi pengeluarannya untuk berbagai produk/jasa yang dijual produsen dan penyedia jasa. Berbagai perusahaan berperang merebutkan bagian dari dompet pelanggannya. Dan semuanya berusaha mendapatkan bagian dari dompet pelanggan sebanyak mungkin.
Mengambil contoh dari data Indonesia Market Outlook 2011 (Nielsen), orang kelas menengah Jakarta membagi uang didompetnya setiap bulan sbb:
31.37 % - untuk makan
16,01 % - untuk pendidikan
11,03 % - bayar asuransi
10,23 % - transportasi
8,08 % - buat beli baju
6.26 % - buat telpon sms BB dan internetan
5,69 % - buat rumah
4.65 % - listrik
3,11 % - kesehatan
3,56 % - lainnya.
Tetapi data diatas bisa tidak berlaku hari ini karena serunya perang di dompet kita yang sudah mengacaukan prosentase-2 tersebut.
Lalu bagaimana bisa produk kita dan perusahaan kita bisa memenangkan perang di dompet pelanggan ? Jawaban ngawurnya kira-kira berikut.
1. CRM wajib hukumnya. Banyak yang sudah tahu CRM (Customer Relationship Manegemnt), tapi ngga serius menerapkannya.
2. Release produk baru yang memang selalu dibutuhkan pelanggan kita. Bukan me-release produk baru untuk pelanggan baru.
3. Bangun Share of Mind lebih kuat di benak pelanggan kita, melalui berbagai aktivitas marketing dan branding.
4. dan masih banyak lagi ….cari sendiri yaa ….
Ok, met week-end .... Keep Fighting to Win Share of Wallet
Salam sukses
Rosihan
Contoh perang di dompet kita, bisa dilihat di bulan juni ini. Ketika kebutuhan sekolah, liburan, persiapan Ramadhan, mudik dan Lebaran, harus bisa dicover oleh 2 bulan gaji Juni – Juli dan THR satu kali gaji pokok. 4 tahun kedepan makin sulit kita membagi uang di dompet. Ditambah dengan kenaikan harga-harga, BBM, listrik, makin serulah perdebatan uang dalam dompet kita.
Share of Wallet is the percentage ("share") of a customer's expenses ("of wallet") for a product that goes to the firm selling the product. Different firms fight over the share they have of a customer's wallet, all trying to get as much as possible.
Terjemahan ngawurnya sbb: Share of Wallet adalah prosentase pelanggan membagi pengeluarannya untuk berbagai produk/jasa yang dijual produsen dan penyedia jasa. Berbagai perusahaan berperang merebutkan bagian dari dompet pelanggannya. Dan semuanya berusaha mendapatkan bagian dari dompet pelanggan sebanyak mungkin.
Mengambil contoh dari data Indonesia Market Outlook 2011 (Nielsen), orang kelas menengah Jakarta membagi uang didompetnya setiap bulan sbb:
31.37 % - untuk makan
16,01 % - untuk pendidikan
11,03 % - bayar asuransi
10,23 % - transportasi
8,08 % - buat beli baju
6.26 % - buat telpon sms BB dan internetan
5,69 % - buat rumah
4.65 % - listrik
3,11 % - kesehatan
3,56 % - lainnya.
Tetapi data diatas bisa tidak berlaku hari ini karena serunya perang di dompet kita yang sudah mengacaukan prosentase-2 tersebut.
Lalu bagaimana bisa produk kita dan perusahaan kita bisa memenangkan perang di dompet pelanggan ? Jawaban ngawurnya kira-kira berikut.
1. CRM wajib hukumnya. Banyak yang sudah tahu CRM (Customer Relationship Manegemnt), tapi ngga serius menerapkannya.
2. Release produk baru yang memang selalu dibutuhkan pelanggan kita. Bukan me-release produk baru untuk pelanggan baru.
3. Bangun Share of Mind lebih kuat di benak pelanggan kita, melalui berbagai aktivitas marketing dan branding.
4. dan masih banyak lagi ….cari sendiri yaa ….
Ok, met week-end .... Keep Fighting to Win Share of Wallet
Salam sukses
Rosihan
Kamis, 20 Juni 2013
Langganan:
Postingan (Atom)