Senin, 04 Juni 2012

LOWONGAN PEKERJAAN PT RUKINDO (Persero) JUNI 2012

PT PENGERUKAN INDONESIA (PERSERO) , merupakan satu-satunya BUMN jasa pengerukan dan reklamasi, mengundang putera/puteri terbaik untuk bergabung dan mengembangkan karir di PT RUKINDO (PERSERO).
PENDIDIKAN TERAKHIR KODE


1.  Ahli Nautika Tingkat (ANT) III/IV ANT


2.  Ahli Teknik Tingkat (ATT) III/IV ATT


3.  D3 Teknik Elektro TE


4.  S1 Teknik Sistem Perkapalan TSP


5.  S1 Teknik Perkapalan TP


6.  S1 Teknik Sipil TS


7.  S1 Sistem Informatika SI


8.  S1/D3 Teknik Geodesi TG


9.  S1 Hukum HK


10. S1 Ekonomi Akuntansi EAK


11. S1 Komunikasi KOM


12. D4/D3 Ketatalaksanaan TL

Persyaratan Umum :
a. Pendidikan minimal S1 untuk nomor 4 s.d. 11, atau minimal D3 untuk nomor 3, 8 & 12, dari PTN/PTS yang telah mendapat akreditasi  A/B atau dari Perguruan Tinggi Luar Negeri yang telah mendapat pengesahan dari KEMENDIKBUD RI.
b. WNI, sehat jasmani dan rohani.
c. Usia tidak lebih dari 28 tahun pada 1 Juni 2012 untuk nomor 4 s.d.12 atau usia tidak lebih dari 32 tahun pada 1 Juni 2012 untuk nomor 1 s.d. 3.
d. IPK minimal 3,00 (skala 4) untuk nomor 9 s.d. 12 atau IPK minimal 2,75 (skala 4) untuk nomor 3 s.d. 8.
e. Memiliki kemampuan berbahasa Inggris dengan baik.
f. Mampu menggunakan komputer (microsoft office) dan internet (browsing dan surat elektronik).
g. Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah kerja PT RUKINDO.
h. Untuk nomor 1 s.d. 3 akan ditempatkan sebagai awak/crew kapal.
i. Lamaran harus melampirkan, sbb :
1)   Daftar riwayat hidup, dengan formulir pada www.rukindo.co.id.
2)   Foto copy ijasah dan transkrip nilai yang dilegalisir sebanyak 1 lembar.
3)   Pas photo berwarna ukuran 3 x 4 cm sebanyak 3 lembar yang terbaru.
4)   Foto copy Surat Keterangan Catatan Kepolisian yang dilegalisir (1 lembar).
5)   Foto copy keterangan pengalaman kerja (jika ada).
6)   Foto copy sertifikat keterampilan (jika ada).
7)   Surat keterangan sehat jasmani dan rohani dari RS atau dokter yang terbaru.

  • Iklan lowongan kerja ini dapat dilihat di www.rukindo.co.id
  • Penyampaian surat lamaran pertama- tama dikirim melalui email ke rekrutmen@rukindo.co.id kemudian disusuli secara tertulis melalui pos kilat,selambat-lambatnya tanggal 15 Juni 201(stempel pos) dan diberikan kode pendidikan disebelah kiri atas amplop lamaran, ditujukan kepada Senior Manajer SDM PT Rukindo, Jl. Raya Ancol Baru, Ancol Timur, Jakarta Utara – 14310.
  • Lamaran yang tidak sesuai dengan ketentuan dan persyaratan, tidak akan diproses *).
  • Pengumuman hasil seleksi dapat dilihat www.rukindo.co.id pada tanggal 26 Juni 2012 *).
  • *) Keputusan hasil seleksi bersifat tetap dan tidak dapat diganggu gugat.

Subhanallah, ternyata air, benda mati itu hidup

sumber : http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/celoteh-kang-erick/12/04/20/m2sczr-air-benda-mati-itu-hidup

REPUBLIKA.CO.ID, Dulu waktu SD, saya diajarkan sebuah pelajaran tentang konsep benda mati dan benda hidup. Jelas sekali disebutkan bahwa selain manusia, binatang dan tumbuhan; semuanya adalah benda mati.

Logika itu melekat terus sampai SMP,  hingga akhirnya saya membaca buku “winnetou” Indian suku Apache yang gagah berani. Dalam buku tersebut terselip budaya Indian yang mempercayai bahwa benda-benda seperti angin, gunung dan sebagainya itu mempunyai spirit. Imajinasi saya pun melayang-layang, kemudian saya sering berkhayal berdialog dengan awan di langit. Dan semua saya beri nama, sampai sepatu saya pun, saya beri nama “si Gemuk”, persis seperti kebiasaan suku Indian di dalam buku tersebut.

Kemudian waktu berselang. Pendek cerita Ustaz doddy membawa buku tentang penelitian DR Masaru Emoto, tentang air. Menarik sekali karena air yang kita minum atau air apapun juga, jika kita katakan kepada air tersebut “kamu bodoh”, maka reaksi dari air tersebut setelah diteliti molekulnya berubah menjadi buruk. Dan jika dikatakan “mari bekerja” molekulnya akan lebih baik daripada jika dikatakan “kerjakan!”

Dan yang lebih mencengangkan lagi, air juga bereaksi terhadap doa. Jika air didekatkan dengan doa maka molekulnya berubah menjadi heksagonal dan berwarna emas. Dalam penelitian fenomenal ini , DR Masaru Emoto menyimpulkan bahwa kita, manusia sebaiknya berbaik-baik terhadap air, dan karena manusia 70 persen terdiri dari air, maka menurut DR tersebut otomatis kita harus berucap kata yang santun terhadap manusia. Karena jika tidak molekul air didalam tubuhnya akan berubah menjadi buruk dan akan membawa dampak pengaruh orang itu akan menjadi marah.

Rasullullah SAW dengan ketinggian ilmunya 14 abad yang lalu menyatakan kepada Aisyah RA; “Wahai Aisyah, jika engkau ingin minum hendaklah mengucapkanlah Bismillah, dan jika air itu mengalir ke dalam perutmu dan tidak terjadi apa-apa ucapkanlah Alhamdulillah”.

Artinya Rasul sangat mengerti bahwa air itu makhluk Allah, yang ketika kita mengucapkan Bismillah maka air itu akan tunduk kepada kita, karena kita meminta izin langsung kepada pemilik semesta alam, yang menciptakan air tersebut. Dan dalam hadis lain Rasul SAW bersabda; “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia mengucapkan yang baik-baik atau diam”.(HR Bukhari)  Artinya sesama manusia kita tidak diperbolehkan mengeluarkan kata-kata yang dapat menyakitkan orang lain. Subhanallah.

Barulah saya menyadari bahwa Islam telah jelas menyatakan 14 abad yang lalu, bahkan jauh dari sebelum itu bahwa seluruh yang diciptakan Allah disebut dengan makhluk Allah SWT. Dan mereka bertasbih kepada Allah, yang artinya mereka semuanya hidup.  Sebagaimana ayat “Bertasbih kepada-NYA apa yang ada di langit dan di bumi.” (QS Al Hasyr [QS 59;24]).

Seluruh makhluk Allah bertasbih, gugusan bintang (al buruj), bintang (an Najm), bumi ( Al ard), gunung (jabal), angin, awan seluruhnya yang ada di langit dan dibumi semua bertasbih kepada Allah. Dan saat ini mereka ditundukkan oleh Allah untuk kepentingan manusia. Hal itu sebagaimana ayat;“Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripadaNYA…”. Surat Al Jatsiyah (QS 45:13).

DR Masaru Emoto meneliti air tersebut karena dia mengalami suatu penyakit di kakinya yang sulit sekali disembuhkan, dan dia tercengang karena dengan basuhan air yang di “treatment” tersebut kakinya bisa sembuh. Berarti tidak mengherankan jika fenomena air doa yang sering kita lihat atau bahkan alami disekitar kita. Banyak sekali penyembuhan lewat air yang didoakan, mungkin pendekatan logikanya mirip dengan penelitian DR Masaru Emoto tersebut. Namun tetaplah Allah SWT yang Maha menyembuhkan dan atas seizin Allah kesembuhan itu terjadi. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadis:

"Setiap penyakitada obatnya. Bila penyakit dikenai obat, niscaya akan sembuh atas izin Allah Azza wa Jalla." (HR. Imam Ahmad, Bukhari dan Ibnu Majah).

Rasulullah juga mengajarkan banyak doa kesembuhan yang diriwayatkan dalam berbagai hadis, yang antara lain:

"Ya Allah, Tuhan sekalian manusia, hilangkanlah penyakit ini karena hanya Engkaulah Maha Penyembuh. Tiada yang dapat menyembuhkannya kecuali ijin Engkau." (HR. Bukhari dan Muslim).

Kemudian jika kita lebih jauh membahas air, ternyata air yang ada didunia ini adalah air yang sama dengan air dari zaman Nabi Nuh. Karena beberapa ulama menyebutkan air pada zaman Nabi Nuh ditambahkan langsung oleh Allah SWT dari langit, sehubungan peristiwa air bah atau banjir besar pada zaman Nabi Nuh AS.

Namun setelah itu air itu mempunyai water cycle dengan sangat teratur; pertama hujan turun, kemudian air yang ada di gunung, bukit, semua mengalir, yang didalam tanah menjadi air tanah, yang diatas menjadi mata air, mengalir ke air terjun, sungai sampai terus bermuara ke laut. Lalu terjadi evaporasi atau penguapan air, yang kemudian butir-butir air akan menjadi hujan lagi. Begitulah penjelasan sederhananya. Karena itulah mungkin pemahamannya bahwa air bisa bereaksi hampir kepada seluruh bahasa. Wallahu a’lam

Subhanallah wal hamdulillah, satu lagi tabir yang terbuka setelah sekian banyak tabir yang Alloh bukakan kepada kita. Dan lewat ilmu pengetahuan, kita semakin dapat memahami tanda-tanda kebesaran Alloh Azza wa Jalla.

Sebagaimana ayat: “Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu benar. Dan apakah Rabb-mu tidak cukup (bagi kamu), bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu" (QS. Fushilat, 41 : 53)

Setelah membaca dan mengkaji tentang air ini, kemudian sambil masih mencoba mengendapkan informasi tentang air, mulut ini bergumam, “Subhanallah, ternyata air, benda mati itu hidup”.

Tidaklah lebih baik dari yang berbicara ataupun yang mendengarkan, karena yang lebih baik disisi ALLAH adalah yang mengamalkannya.

Ustaz Erick Yusuf: Pemrakarsa Training iHAQi (Integrated Human Quotient)
Twitter: @erickyusuf

Seminar “Menggapai Mimpi Sejuta Dollar“


Apakah Anda Seorang Entrepreneur Yang Ingin Lebih Sukses??
ActionCOACH Bandung mempersembahkan Seminar Pertama dan Terbesar di 2012 dengan Tema “Menggapai Mimpi Sejuta Dollar”. Seminar ini menghadirkan Merry Riana (Motivator No.1 Wanita se-Asia) dan Hendra Hilman (Entrepreneur, Business Coach from ActionCOACH Indonesia). Dalam Seminar ini Anda akan diajarkan tentang:
* Rahasia mencapai mimpi Anda.
* Rahasia Merry Riana menggapai mimpinya, hingga mencapai sejuta dollar di umurnya yang sangat muda, 26 thn.
* Rahasia Kesuksesan dan Percepatan Keberhasilan Anda dalam Karier dan Bisnis.
PEMBICARA
Merry Riana
Seorang Pengusaha Sukses, Millionaire, Dan Penulis Buku “Mimpi Sejuta
dollar”, yang saat ini menjadi Best Seller Nasional, selain itu beliau
juga adalah seorang motivator wanita no.1 se asia .Didalam hidupnya
hanya dalam periode singkat 4 tahun setelah lulus, Beliau telah
mendapatkan lebih dari S$1.000.000 melalui usahanya. Ini Adalah sebuah
prestasi yang sangat mengagumkan dan layak diberikan penghargaan sebesar
besarnya. Pengalaman pengalaman beliau untuk menggapai mimpinya patut
kita acungi jempol.

Hendra Hilman
Seorang Pengusaha sukses, motivator, trainer, dan saat ini beliau juga
sebagai Business COACH from ActionCOACH Indonesia. Pengalamannya sebagai
juara atlet renang dengan medali emas dan kemenangan yang dicapainya
tidak lain karena usaha dan dilatih oleh seorang coach. Hal tersebut
telah memotivasi beliau untuk menjadi seorang coach dan membantu para
pengusaha untuk menjadi seorang “JUARA” di dalam bisnisnya.

WAKTU DAN TEMPAT
Sabtu, 23 Juni 2012
Pkl. 09.00-15.00
Hotel HORISON Bandung
Jl. Pelajar Pejuang No.121
Bandung

INVESTASI
Platinum
Normal : Rp. 750.000,-
Early Bird : Rp. 595.000,- (sebelum 10 Juni 2012)
Regular
Normal: Rp. 500.000,-
Early Bird : Rp. 395.000,- (sebelum 10 Juni 2012)

INFORMASI DAN PENDAFTARAN
INFO SEMINAR BANDUNG TRAINING CENTER
Jl. PHH Mustopa, Komplek Grand Sucore Blok F10 Lt.2 Bandung
Telp. 022-61333669 atau Mobie. 085795553475
Pembayaran via transfer dapat dilakukan melalui:
Bank BCA Norek 8320040737 a.n Agus Santoso
Konfirmasi transfer : 085795553475

Prinsip dari sebuah keyakinan di dalam media massa

The Principle of Confidentiality
Prinsip dari sebuah keyakinan di dalam media massa lebih menekankan pada tugas atau kewajiban bagi praktisi media untuk tidak memberi sumber nama pada sebuah informasi. Namun, bagaimanapun opsi atau pilihan ini tidak satu-satunya menjadi pilihan yang absolut karena masih ada cara lain untuk mewujudkan prinsip dari sebuah keyakinan. Bagi para filosofis, keyakinan merupakan sebuah kewajiban yang juga harus didukung oleh hal lainnya agar dapat memperkuat sebuah pertimbangan. Bagi praktisi media yang harus memastikan sesuatu, masalah mengenai sebuah keyakinan masih akan semakin larut atau tidak berujung di dalam setiap situasi yang ada, karena keyakinan atau sebuah keterusterangan merupakan sesuatu yang diinginkan oleh publik dari praktisi media. Namun tentu saja, ide-ide tersebut tidak sama atau tidak eksklusif satu sama lain karena sebuah janji dari keyakinan untuk narasumber yang dapat memimpin sebuah kejujuran dalam mengungkap kasus korupsi atau tindakan ilegal lainnya masih dilindungi.
Gagasan dari sebuah keyakinan bagaimanapun berangkat di luar jangkauan pengawasan untuk narasumber. Kadang perusahaan atau organisasi berita harus memastikan atau memutuskan apakah narasumbernya perlu untuk dirahasiakan atau tidak kepada publik.
Praktisi media adalah mereka yang berada dalam formasi atau organisasi bisnis, dimana praktisi media tidak dapat menahan untuk mengungkap sebuah kerahasiaan. Ada waktunya ketika wilayah dari opini publik tidak diberi hak atau judul sebagai informasi yang akan dipublikasikan karena takut menganggu atau menyebabkan hal yang lain menjadi hangat untuk diperbincangkan. Sebenarnya bentuk keyakinan dalam hubungan sosial merupakan sesuatu yang telah kita pelajari sejak awal kita hidup.
Untuk bisa mendapatkan hubungan yang dapat dipercaya, biasanya akan terbentuk melalui tiga keadaan. Pertama, terdapat express promises seperti seorang reporter yang benar-benar berjanji untuk merahasiakan narasumbernya. Kedua, keyakinan dalam sebuah hubungan bisa didapatkan melalui loyalitas, apakah individu atau organisasi karena dengan adanya loyalitas dapat mempengaruhi atau mendorong dan mengarahkan sebuah moral agent. Ketiga, diakui secara hukum. Pada umumnya masyarakat akan bertekad bahwa beberapa hubungan akan menjadi sangat penting ketika mereka berhak atau layak untuk memperoleh proteksi yang legal atau sah secara hukum.
The Justification for Confidentiality
Prinsip dari sebuah keyakinan telah membawa tuntutan selama beberapa tahun. Sebagai publik yang hidup dipenuhi dengan banyak informasi, namun dalam hal atau segala macam yang menyangkut pengetahuan masih belum bisa terpuaskan. Walaupun di dalam buku the ethicist Sissela Bok in "The Limits of Confidentiality" terdapat beberapa perkiraan justifikasi atau alasan atau pembenaran untuk mengukuhkan sebuah kepercayaan. Pertama, fokus terhadap autonomy manusia dalam hal pengamanan informasi personal dan pengetahuan. Kemampuan untuk menjaga rahasia dan untuk memberikan informasi kepada orang lain secara selektif dapat memberikan sebuah sense atau rasa dari kekuatan seseorang dalam hal mempengaruhi sesuatu. Namun faktanya, banyak penyangkalan yang terjadi dalam hal kerahasiaan, kesimpulannya adalah konflik bisa melebihi kekuatan, kekuatan bisa datang melalui arus informasi.
Keterbukaan menjadi hal penting yang bisa berperan menjadi counter-balanced yang bertentangan dengan kecenderungan sifat pemerintah dan institusi lainnya dalam hal mengontrol informasi yang negatif dan sensitif. Oleh karena itu, media sebaiknya memiliki anggota yang bersih agar dapat mempertanyakan penyembunyian kebijakan terhadap lebih dari beberapa anggota masyarakat misalnya terhadap ilmuwan sosial.
Sumber berita adalah mereka akan memaksakan sense mereka sebagai sebuah autonomy (atau sebuah kekuatan) ketika channel yang mereka memiliki menjadi sumber informasi yang diyakini atau dipercayai oleh reporter. Hal ini menjadi konsep yang penting bagi jurnalis karena sumber yang anonymous bisa bersikap dengan berbagai macam motivasi. Alasan kedua, keyakinan adalah suatu pembuktian sebuah perasaan pada kepercayan di antara individu dalam kehidupan sosial. Kepercayaan, menepati janji, dan loyal merupakan tiang atau fondasi terbentuknya sebuah keyakinan, serta hal ini merupakan bentuk perlawanan dalam melindungi nilai bagi hal yang ketiga yang akan muncul sebagai celah untuk menyembunyikan kepercayaan. Reporter adalah orang yang mendesak untuk mengungkapkan sebuah keterusterangan dari kontak hubungan sosial dalam situasi yang sensitif. Keyakinan juga perlu untuk mencegah timbulnya masalah yang baru, dan pada akhirnya keyakinan akan melayani social utility manusia.
Seeking Disclosure: The Moral Position of the Actor
Sebuah motivasi dapat membantu mengevaluasi dimana pada saat tersebut terdapat alasan dalam mengungkapkan sesuatu. Posisi moral dari institusi media juga sering menjadi isu ketika mencari dan memberikan informasi yang terpercaya. Dari sudut pandang informasi, media paling tidak, layak menjadi dasar moral ketika mereka memberikan informasi yang sensitif karena mereka mempercayai bahwa informasi tersebut memiliki nilai berita.
Referensi:
Day, L.A. Ethics in Media Communications: Cases and Controversies. Wadsworth, 2003
sumber  AG. Eka Wenats Wuryanta to Media Criticism: AG. Eka Wenats Wuryanta