Penulis : Twitter: @agusali
Gagal atau Sukses dalam kehidupan itu relative, tergantung persepsi
masing-masing. Gagal menurut saya belum tentu dibilang gagal menurut
orang lain, begitu juga dengan sukses menurut saya pasti beda dengan
pendapat orang lain.
Kalo diperhatikan kata âGAGALâ menurut Ejaan Bahasa Indonesia adalah :
1. Tidak berhasil; Tidak tercapai (maksudnya) 2. Tidak jadi. Begitu juga
dengan kata âSUKSESâ artinya : 1. Berhasil; Beruntung.
Kedua kata di atas sebenernya di alami oleh Mahluk Hidup setiap harinya
atau setiap saat. Contoh sederhana âahh sukses juga gue ngejar angkotâ,
âahh berhasil keluar juga nih upil, udah di korek2 ïâ atau âyahh gagal
gua ngejar tuh cewekâ, âmau dapetin nilai 6 aja susah amat, gagal melulu
ujian gueâ.
Nah Gagal vs Sukses di atas contoh yang sederhana, makanya kita jangan
trauma dengan kata âGAGALâ atau âSUKSESâ biasa aja, la wong di alami
setiap hari setiap saat.
Begitu juga dengan bisnis sama aja dengan kehidupan pasti ada âGAGALâ
dan âSUKSESâ nya. Kalo sukses ga usah pesta pora merayakan kesukses
annya kalo gagal ya biasa aja⦠lama-lama akan terbiasa,..
Saya akan ceritakan pengalaman bisnis saya yang pernah gagal 11x :
1. Bisnis Konveksi alhamdulillah gagal
2. Bisnis baju muslim wanita ... Gagal
3. Jualan baju anak di ITC mgg dua... Gagal
4. Jualan gadget di Mgg 2 sqr ... Gagal
5. Bisnis IT hardware & konsultan ... Gagal
6. Beli prencess Autobridal cuci & salon mobil ... Saya jual saham nya ke partner .. Gagal
7. Pindah bikin bengkel mobil umum, buka cabang tutup, buka lagi tutup
lagi buka lagi tutup lagi, buka lagi tutup lagi, buka lagi, buka lagi,
buka lagi, buka lagi... Capek.. Jual saham ke partner... Gagal
8. IT Training Centre ... Serahin ke partner... Gagal
9. Buka bengkel motor di tegal ... Ga ada yg ngawasin ga ada laporan ... Gagal
10. Bisnis online... Gagal ... Ga di terusin..
11. Perush stokpile batubara, investasi 1 M lebih...Gagal.. Jual ke buyer cuma 200 juta... Sekarang msh proses pembayaran .. :)
Bisnis saya yang sekarang adalah :
11. Perush IT Konsultan & Outsourcing ... Alhamdulillah... Jalan
12. Perush Agen tunggal alat instrumen mekanikal lab / kesehatan dari
Jerman ... Alhamdulillah jalan ... (Best sales asia pasific)
13. Perush batubara di tipu melulu,... Jalannya terjal dan panjang alhamdulillah masih jalan
Rencana ke depan buat perusahaan
14. Perush Power Plant technology plasma / elektroda : pake sampah
(semuasampah) dgn hasilnya listrik / methanol / bahan kimia (kerjasama
dgn perush Australia, sdh ada investor nya nilainya 1,2 T)
15. Perush Investasi
16. Ga tau deh mau buat apalagi...
Apakah saya MENYERAH??. Buat saya selama dikasih nyawa sama Allah ga ada
kata "MENYERAH", selama diberikan nafas & kesehatan "Kerja keras,
kerja cerdas, kerja tuntas, kerja ikhlas" walau nanti sdh umur 70 atau
80 kalo msh bisa dipake tenaga nya ga ada kata "Pensiun".
Bagi temen-temen yang bisnis mau gagal, sudah gagal dan sekarang masih
galau karena gagal bisnis dan mau menangisi bisnisnya silahkan saja,
saya juga nangis tapi nangis malem2 saat tahajud, curcol aja sama Allah
nangis sekeras2nya .. Biar lega ati :)
Alhamdulillah smp skrg masih di kasih NYAWA sama Allah SWT, dan
alhamdulillah di kasih jalan terbaik. Skrg fokus ke bisnis energi...
Apakah nanti gagal lagi??? Ga ada yang tau hanya Allah yg tahu kita
manusia jalanin aja peran kita di dunia.. Yang penting setiap gagal
bisnis semakin ke atas / ke tujuan
Apa sih kesimpulan dari beberapa kegagalan cinta ehh kegagalan bisnis saya???
1.Coba perhatikan bisnis saya yang gagal di atas, nilai nya makin lama
makin besar. Artinya mulai dari bisnis ratusan ribu ke puluhan juta,
gagal, coba bisnis dari puluhan juta ke ratusan juta, gagal lagi coba
bisnis dari ratusan juta ke milyaran, gagal lagi coba bisnis milyaran ke
puluhan milyar dan terakhir triliun. Ini namanya gagal yang berkelas,
biar gagal asal naik kelas,â¦
2.Ambil kesimpulan dan pelajaran dari setiap kegagalan, ga usah terlalu lama menangisi kegagalan, cepat bangkit dan naik kelas.
3.Networking dan silaturahmi ke pengusaha-pengusaha besar untuk dapatkan
strategi bisnis yang besar, merendah lah untuk menjadi murid yang baik.
4.Jangan cepat puasa dengan kondisi bisnis saat ini, cepat atau lambat
saingan kita akan menyusul dan cepat atau lambat strategi bisnis kita
saat ini akan jadi kuno, perlu banyak belajar dan terapkan di bisnis
sendiri.
5.Bagi bisnis pemula sekedar buka bisnis ga apa, tapi setelah pengalaman
2-3 tahun harus naik kelas, silahkan di tutup bisnis nya untuk pindah
ke bisnis lain yang lebih besar atau membesarkan bisnis nya saat ini
sebesar-besarnya.
Semoga mengharukan
Salam
Agus Ali
Twitter: @agusali
Info Hiburan, Selebritis, TV Production, Jasa, Property, Business, Film, Music, ekonomi, Politik, Kajian Islam
Kamis, 06 Juni 2013
makrifat 6
Berjalan di antara siang, berjalan di antara pagi, sore
pernahkah dibayangkan ketika tak mampu bernapas,
ketika napas tersekat dan udara tak mampu dihirup
apakah yang terjadi, batas antara hidup dan mati sedemikian dekat
sedekat beberapa puluh tarikan napas saja, semudah itu hidup berakhir, ternyata!
ketika napas tersekat dan berhenti beberapa puluh menit
maka lihatlah saja, apa kesudahannya, maka sang nafas pun akan memasuki samudra hidup
(samudra hidup yang kekal dan tak akan kembali, bersama Sang Maha Hidup)
pernahkah dibayangkan ketika tak mampu bernapas,
ketika napas tersekat dan udara tak mampu dihirup
apakah yang terjadi, batas antara hidup dan mati sedemikian dekat
sedekat beberapa puluh tarikan napas saja, semudah itu hidup berakhir, ternyata!
ketika napas tersekat dan berhenti beberapa puluh menit
maka lihatlah saja, apa kesudahannya, maka sang nafas pun akan memasuki samudra hidup
(samudra hidup yang kekal dan tak akan kembali, bersama Sang Maha Hidup)
dan tak akan kembali ke samudra materi, maka keberadaan napas merupakan penghubung antara
yang hidup dan materi, napas adalah “penampakan” yang gaib dan dimensi materi
ada sesuatu yang mengatur napas tanpa perlu kita sendiri sibuk mengatur
napas akan bekerja secara otomatis tanpa henti, sepanjang “waktu hidup” kita
sedemikian patuhnya “napas” alam ini untuk terus bekerja siang dan malam, pagi sore
demikianlah tasbih sang napas, demikianlah ketundukan sang napas
menghirup “hawa” dari luar dan memasukkannya ke dalam tubuh
menghirup O2 dan mengeluarkan CO2
…
coba saja kalau kita harus sibuk mengelola napas, maka seluruh waktu hidup kita hanya akan tercurah disini
mengapa?, karena terlambat sedikit maka kita akan berhenti total dan mati
napas adalah yang membedakan yang hidup dan materi (yang mati)
di permukaan materi inilah yang hidup bergetar dalam bentuk energy, dalam bentuk gelombang
yang menghidupkan dan mampu dirasakan, itulah nafas (nafs)
…
Bernapas adalah proses sederhana dan paling mudah yang bisa kita bayangkan
namun sesungguhnya proses yang luar biasa rumit dan hebat, melibatkan seluruh alam
proses mengambil napas adalah proses menghirup hawa dan udara
dan mengembalikan lagi ke alam, sebuah siklus saling ketergantungan
perpaduan antara hawa di dalam jagad kecil (mikrokosmos) dan jagad besar (makrokosmos)
…..
Hawa di luar tubuh akan mempengaruhi rasa dari sang aku,
bila udara di luar kotor, polusi, berbau, berasap, maka aku akan merasa pengap, sesak dan sulit bernapas
sungguh, sebuah keadaan yang menyiksa, selain sang aku harus hijrah dan pindah ke tempat yang ber”hawa” lebih baik dan ramah
….
Demikian pula ketika udara di dalam nafas (diri) juga terganggu, ada kerusakan jaringan, ada sumbatan, adanya kondisi
yang membuat udara di dalam diri terganggu, maka hawanya akan sangat menyiksa
Maka sang diri-pun harus bersiap untuk pindah (hijrah) ke tempat dimana nafs lebih longgar (lega)
yang hidup dan materi, napas adalah “penampakan” yang gaib dan dimensi materi
ada sesuatu yang mengatur napas tanpa perlu kita sendiri sibuk mengatur
napas akan bekerja secara otomatis tanpa henti, sepanjang “waktu hidup” kita
sedemikian patuhnya “napas” alam ini untuk terus bekerja siang dan malam, pagi sore
demikianlah tasbih sang napas, demikianlah ketundukan sang napas
menghirup “hawa” dari luar dan memasukkannya ke dalam tubuh
menghirup O2 dan mengeluarkan CO2
…
coba saja kalau kita harus sibuk mengelola napas, maka seluruh waktu hidup kita hanya akan tercurah disini
mengapa?, karena terlambat sedikit maka kita akan berhenti total dan mati
napas adalah yang membedakan yang hidup dan materi (yang mati)
di permukaan materi inilah yang hidup bergetar dalam bentuk energy, dalam bentuk gelombang
yang menghidupkan dan mampu dirasakan, itulah nafas (nafs)
…
Bernapas adalah proses sederhana dan paling mudah yang bisa kita bayangkan
namun sesungguhnya proses yang luar biasa rumit dan hebat, melibatkan seluruh alam
proses mengambil napas adalah proses menghirup hawa dan udara
dan mengembalikan lagi ke alam, sebuah siklus saling ketergantungan
perpaduan antara hawa di dalam jagad kecil (mikrokosmos) dan jagad besar (makrokosmos)
…..
Hawa di luar tubuh akan mempengaruhi rasa dari sang aku,
bila udara di luar kotor, polusi, berbau, berasap, maka aku akan merasa pengap, sesak dan sulit bernapas
sungguh, sebuah keadaan yang menyiksa, selain sang aku harus hijrah dan pindah ke tempat yang ber”hawa” lebih baik dan ramah
….
Demikian pula ketika udara di dalam nafas (diri) juga terganggu, ada kerusakan jaringan, ada sumbatan, adanya kondisi
yang membuat udara di dalam diri terganggu, maka hawanya akan sangat menyiksa
Maka sang diri-pun harus bersiap untuk pindah (hijrah) ke tempat dimana nafs lebih longgar (lega)
sungguh sebuah hal yang rumit dan saling tergantung
…
Selain itu masih ada satu hal yang utama
nafs sendiri sebagaimana halnya bumi dengan gaya tariknya yang membuat udara terikat di sekitar bumi
maka nafs juga memiliki gaya tarik yang akan mengikat udara agar mampu beredar leluasa di seluruh jaringan tubuh
melalui aliran darah dan melalui seluruh sel-sel yang membawa nafas ini
karena nafas inilah yang membuat seluruh jaringan di tubuh hidup dan berfungsi secara normal
….
gaya tarik nafs ini adalah semisal gaya tarik bumi, yaitu menuju ke arah bumi
sebaliknya gaya anti materi atau gaya tolaknya adalah ruh, yang selalu akan mencoba melepaskan diri dari keterikatan bumi
ruh akan selalu terikat dan tidak ingin terjerat dalam materi, karena ruh ini bukan materi
udara akibat gaya tarik nafas menuju bumi inilah yang akan menimbulkan hawa
hawa yang selalu berputar di dalam tubuh, sehingga tubuh mampu berada dan nyaman di bumi
namun hawa ini juga harus seimbang antara gaya tarik bumi dan gaya tolak bumi
sehingga semua makhluk yang hidup di dalam udara ini akan nyaman
…..
bayangkan hawa yang terlalu panas, atau terlalu dingin, atau terlalu sesak
begitu banyak dan bahkan sangat banyak yang membuat tidak nyaman
maka sungguh sangat sulit dan rumit perhitungan untuk membuat satu-satunya keadaan yang paling nyaman bagi hawa
….
mungkinkah kita harmoni dan seimbang dengan hawa nafs
…
Selain itu masih ada satu hal yang utama
nafs sendiri sebagaimana halnya bumi dengan gaya tariknya yang membuat udara terikat di sekitar bumi
maka nafs juga memiliki gaya tarik yang akan mengikat udara agar mampu beredar leluasa di seluruh jaringan tubuh
melalui aliran darah dan melalui seluruh sel-sel yang membawa nafas ini
karena nafas inilah yang membuat seluruh jaringan di tubuh hidup dan berfungsi secara normal
….
gaya tarik nafs ini adalah semisal gaya tarik bumi, yaitu menuju ke arah bumi
sebaliknya gaya anti materi atau gaya tolaknya adalah ruh, yang selalu akan mencoba melepaskan diri dari keterikatan bumi
ruh akan selalu terikat dan tidak ingin terjerat dalam materi, karena ruh ini bukan materi
udara akibat gaya tarik nafas menuju bumi inilah yang akan menimbulkan hawa
hawa yang selalu berputar di dalam tubuh, sehingga tubuh mampu berada dan nyaman di bumi
namun hawa ini juga harus seimbang antara gaya tarik bumi dan gaya tolak bumi
sehingga semua makhluk yang hidup di dalam udara ini akan nyaman
…..
bayangkan hawa yang terlalu panas, atau terlalu dingin, atau terlalu sesak
begitu banyak dan bahkan sangat banyak yang membuat tidak nyaman
maka sungguh sangat sulit dan rumit perhitungan untuk membuat satu-satunya keadaan yang paling nyaman bagi hawa
….
mungkinkah kita harmoni dan seimbang dengan hawa nafs
ketika mampu mencapai pertemuan dua samudra
dan mampu mengikuti proses sirkulasi air
maka akan mudah mengikuti proses “permunian” nafs
….
Prosesnya akan sama seperti proses sirkulasi air di bumi
nafs yang gaib adalah seumpama nafs yang materi yaitu air
air ketika dipanaskan akan menguap dan akan berkumpul di samudra udara
dan dengan kehendak Sang Penciptanya maka akan diturunkan kembali ke bumi
yaitu air yang sudah disucikan, air yang berisi air kehidupan, air yang suci
yang akan diturunkan ke bumi, dan dimanapun air itu turun maka hiduplah bumi
….
maka demikian pula nafs (sisi) yang gaib berproses serupa dengan nafs yang materi (air)
dengan tadziyatun nafs (penyucian nafs) akan berproses menguap menjadi ruh dan akan mengisi alam ruh
dan dengan kehendakNya maka akan kembali seumpama hujan mengisi setiap sel-sel tubuh dan menghidupkannya
…
hati yang mati
seumpama tanah gersang seperti gurun tandus
tak akan ada satupun yang mampu menghidupkannya
maka hanya dengan pertolongan Allah saja sehingga menurunkan hujan di tanah tersebut
Hujanlah yang akan menghidupkan, air adalah sumber kehidupan, ruh kehidupan
diatas air inilah dzat yang hidup berada, bersama air inilah semua yang hidup bermula
segala awal bermula dari hidup, dan dalam materi maka sumbernya adalah air
air yang menghidupkan, dan jiwa adalah seumpama air
maka jagalah air kehidupan, jagalah aliran air kehidupan
sucikanlah air kehidupan
dan mampu mengikuti proses sirkulasi air
maka akan mudah mengikuti proses “permunian” nafs
….
Prosesnya akan sama seperti proses sirkulasi air di bumi
nafs yang gaib adalah seumpama nafs yang materi yaitu air
air ketika dipanaskan akan menguap dan akan berkumpul di samudra udara
dan dengan kehendak Sang Penciptanya maka akan diturunkan kembali ke bumi
yaitu air yang sudah disucikan, air yang berisi air kehidupan, air yang suci
yang akan diturunkan ke bumi, dan dimanapun air itu turun maka hiduplah bumi
….
maka demikian pula nafs (sisi) yang gaib berproses serupa dengan nafs yang materi (air)
dengan tadziyatun nafs (penyucian nafs) akan berproses menguap menjadi ruh dan akan mengisi alam ruh
dan dengan kehendakNya maka akan kembali seumpama hujan mengisi setiap sel-sel tubuh dan menghidupkannya
…
hati yang mati
seumpama tanah gersang seperti gurun tandus
tak akan ada satupun yang mampu menghidupkannya
maka hanya dengan pertolongan Allah saja sehingga menurunkan hujan di tanah tersebut
Hujanlah yang akan menghidupkan, air adalah sumber kehidupan, ruh kehidupan
diatas air inilah dzat yang hidup berada, bersama air inilah semua yang hidup bermula
segala awal bermula dari hidup, dan dalam materi maka sumbernya adalah air
air yang menghidupkan, dan jiwa adalah seumpama air
maka jagalah air kehidupan, jagalah aliran air kehidupan
sucikanlah air kehidupan
….
Islam mengajarkan: Bersuci (wudhu) dengan air yang suci dan menyucikan
minum dengan air yang suci dan dihalalkan
dan bersama air inilah ruh kehidupan kita dipegang,
air (H2O) sangat penting, dan sepenting itu pula O2 (napas) bagi kehidupan
H2 dan O2 sadalah sumber kehidupan
H2 adalah dualitas unsur langit dan O2 adalah unsur bumi
H2 adalah cahaya (Hidrogen) yang mengikat O2, membentuk nafs
maka ketika kita mampu berada dalam H2 (cahaya)
nafs akan lepas dari ikatan H2O dan akan lepas ke alam raya
minum dengan air yang suci dan dihalalkan
dan bersama air inilah ruh kehidupan kita dipegang,
air (H2O) sangat penting, dan sepenting itu pula O2 (napas) bagi kehidupan
H2 dan O2 sadalah sumber kehidupan
H2 adalah dualitas unsur langit dan O2 adalah unsur bumi
H2 adalah cahaya (Hidrogen) yang mengikat O2, membentuk nafs
maka ketika kita mampu berada dalam H2 (cahaya)
nafs akan lepas dari ikatan H2O dan akan lepas ke alam raya
namun di dalam kehidupan adalah H2O
dimana kita bisa merasakan manisnya kopi,
nikmatnya wedang ronde, dan segarnya juice
serta beraneka raga
(sedangkan H2 atau O2, silahkan direnungkan sendiri)
…..
Demikian permisalan yang sederhana. Semoga mudah difahami
dimana kita bisa merasakan manisnya kopi,
nikmatnya wedang ronde, dan segarnya juice
serta beraneka raga
(sedangkan H2 atau O2, silahkan direnungkan sendiri)
…..
Demikian permisalan yang sederhana. Semoga mudah difahami
Joke bisnis property
Dulgiyub sedang belajar bisnis proeprti. Dulgiyub jadi kontraktor alias
yang bikin rumah. Konsumen pertamanya Bardugab. Teman baiknya. Karena
lebih mudah bisnis kl sama teman sendiri. Setelah rumah itu jadi,
Bardugab tidak mau pakai rumahnya.
Dulgiyub : Kamu ini gimana sih? Rumahnya bagus. Listrik, telpun, internet, air semua sudah terpasang. Kualitas bangunan nomer satu. Rumahnya pake marmer, semua bersih sampai tikus dan kecoa saja tidak mau masuk saking bersihnya.
Bardugab : nah itu dia! Tikus ama kecoa aja gak mau masuk, apalagi aku, Dul!
Dulgiyub : Kamu ini gimana sih? Rumahnya bagus. Listrik, telpun, internet, air semua sudah terpasang. Kualitas bangunan nomer satu. Rumahnya pake marmer, semua bersih sampai tikus dan kecoa saja tidak mau masuk saking bersihnya.
Bardugab : nah itu dia! Tikus ama kecoa aja gak mau masuk, apalagi aku, Dul!
Senin, 03 Juni 2013
Pemberitaan Praktek Poligami di media
Kami, gabungan masyarakat sipil perempuan Indonesia menyatakan keberatan dengan eksploitasi terhadap perempuan dalam pemberitaan praktek poligami dalam perkawinan Eyang Subur, yang dilakukan oleh media cetak maupun elektronik. Munculnya tujuh istri Eyang Subur sekaligus di berbagai acara di hampir semua stasiun televisi disatu sisi memberikan kesaksian tentang praktek perkawinan poligami diluar dari kewajaran dari perspektif perempuan korban, namun disisi lain justru ikut memberikan peluang ditangkap oleh media sebagai peluang untuk menaikkan atau menjaga rating pemberitaan. Cara media mengkontraskan antara kesaksian dari korban-korban yang menggugat Eyang Subur dengan pengalaman pribadi para istri-istri yang “selalu” terdengar positif tentang seputar kehidupan rumah tangga mereka dengan satu orang suami, sangat terkesan manipulatif, eksploitatif, hiper-realitas, tidak mendidik dan tidak sensitif terhadap perempuan korban.
“Siapa yang mau dimadu”. Ungkapan yang kerap terlontar dari perempuan yang menjalani perkawinan poligami. Senyatanya tak seorang perempuan secara sadar memilih perkawinan poligami untuk dirinya sendiri. Perempuan yang telah menjalani perkawinan poligami lebih banyak didorong oleh faktor diluar diri perempuan dan budaya dominasi yang meletakkan perempuan pada situasi yang sulit untuk menolak.
Media seolah terperdaya dengan penampilan “kompak” para istri Eyang Subur yang bukan saja mengenakan seragam berserta perhiasan dan asesoris mewah yang sama, tetapi juga “sanjungan” pada suami dan “cerita senang” hidup berpoligami yang manipulatif. Media tidak obyektif dalam memotret perwakinan poligami dan aspek kehidupan poligami, terutama dampak poligami pada well-being istri dan tumbuh kembang anak. Faktanya perempuan menjalani kehidupan poligami tidak memiliki hak kemerdekaan mereka, tidak menerima porsi cinta yang sama dari suami, disituasikan berkompetisi sesama istri, sulit bersosialiasi di masyarakat, buruk kondisi kesehatan seksual dan reproduksinya. Poligami juga berdampak pada terganggunya tumbuh kembang anak. Perasaan kecewa, marah, cemburu, dan bisa mengubah sikap anak dari ceria menjadi murung, menutup diri, membangkang dan yang lebih berbahaya adalah tidak percaya dengan lembaga perkawinan.
Media berkontribusi ikut melanggengkan konstruksi maskulinitas yang ekspolitatif dalam pemberitaan kehidupan poligami bahwa laki-laki pemilik harta bisa menaklukkan perempuan-perempuan sebanyak dia mau dan termasuk bisa mengontrol semua keinginan mereka. Di beberapa tayangan di TV seperti: wawancara eksklusif di rumah Eyang Subur oleh Global TV, Just Alvin Metro TV, Showimah di Trans TV, dan berbagai program dialog maupun infotaimen lainnya hanya berorientasi pada peningkatan rating pemirsa. Media sangat jelas tidak sensitif dan tidak mempunyai keberpihakan pada perempuan yang sebagai korban poligami, yang harus memberikan kesaksian palsu tentang indahnya poligami, sementara para korban tidak punya kemerdekaan menentukan desain dan warna pakaian apa yang ingin dipakai, model perhiasan yang cocok untuk mereka, model dan warna sepatu yang sesuai selera mereka karena semua ditentukan oleh suami.
Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) seharusnya tanggap bahwa pemberitaan yang ada tidak lagi bersifat informatif, tetapi lebih mengarah pada eksploitasi terhadap perempuan. Ini jelas merupakan pelanggaran terhadap UU Nomor 32 Tahun 2002 pasal 5, di mana penyiaran diarahkan untuk memberikan informasi yang benar, seimbang, dan bertanggungjawab. Selain itu, tayangan tersebut melanggar Peraturan KPI No: 02/P/KPI/12/2009 tentang Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) Pasal 13 di mana program siaran wajib melindungi anak, remaja dan perempuan. Praktek poligami adalah salah satu bentuk pelanggaran terhadap undang-undang No. 7 tahun 1984, tentang Pengesahan Konvensi Mengenai Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Perempuan (CEDAW), khususnya pasal 16 tentang Perkawinan dan Hukum Keluarga
Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP&PA) harusnya bisa menangkap fenomena poligami sebagai usaha melemahkan dan mendiskriminasikan perempuan, memecah belah sisterhood, dan pelanggaran hak-hak asasi perempuan.
Olehkarena itulah, kami atas nama masyarakat sipil dan perempuan Indonesia menuntut agar :
1. Praktisi Media dapat menerapkan prinsip cover both side dalam penayangan kasus Eyang Subur dan secara bijak untuk menghentikan ekploitasi terhadap perempuan korban poligami melalui penayangan di berbagai acara televisi, karena dianggap tidak mewakili perempuan korban poligami lainnya yang mengalami kekerasan fisik, seksual, mental, ekonomi dan tidak memiliki kebebasan dalam mengekspresikan diri
2. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memberikan teguran untuk menghentikan tayangan-tayangan terkait dengan kehidupan poligami Eyang Subur yang manipulatif, ekspolitatif, tidak mendidik dan tidak sensitif korban dengan menggunakan perempuan-perempuan korban untuk mengamini dan membenarkan perkawinan poligami
3. KPI menjaga obyektifitas pemberitaan dengan memonitor dan memberikan masukan kepada media massa yang masih menayangkan pemberitaan atau program yang mengeksploitasi perempuan korban poligami.
4. Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk secara serius merespon fenomena poligami ini sebagai bentuk pelanggaran UU no. 7 tahun 1984 tentang pengesahan mengenai konvensi penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan (CEDAW) dan mengkampanyekan UU No. 23 tahun 2004 tentang perlindungan korban kekerasan dalam rumah tangga, sebagai alat perlindungan perempuan korban sehingga korban terdorong untuk melaporkan praktek-praktek kekerasan (fisik, non fisik, mental) yang dirasakannya. Dan juga UU No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.
Langganan:
Postingan (Atom)